Oke , kali ini gw (ade) akan berbagi tentang sebuah novel yang sangat fenomenal di Forum Kaskus , wajib di baca deh ini novel gw yakin anak Sebelas ipa4 pada mewek dah bacanya . Ini novel sangat di rekomendasikan buat yang sering galau .
Oke gw kasih Privew sedikit tentang Novel Ini
Ini Kisah Fenomenal adalah karya dari Kaskuser dengan id pujangga.lama dikaskus , dan merupakan kisah nyata di kehidupannya dulu .
Tokoh Utama di Cerita ini adalah ari , ari adalah penulis dari cerita ini , dan Meva adalah sosok yang misterius , menyeramkan tapi tenang ini awalnya doang , dan setelah mengenal jauh dari Meva ternyata orangnya asik , walaupun mempunyai masa lalu yang kelam di keluarganya .
Kalo yang mau download nih gue kasih linknya (gw harap semuanya download)
Via 4shared
Via MediaFire password :sk2h
Filenya ga terlalu gede kok cuma 8mb , paling lama kalo make modem lelet ya 30menitan lah ..
nah setelah di download di Extract , Jangan bilang gatau cara Extract , Setelah di extract yaudah tinggal buka , ntar kalo ada bagian² klimaks atau mewek²nya idupin lagunya biar makin mewek bacanya
Nih Gw Kasih Kutipan sedikit di nih cerita , Copas dari blog
Ini
WAJIB DOWNLOAD ;)
Kutipan dari cerita Sepasang Kaos Kaki Hitam
1. Philoshopy Pion CaturKita hidup bagaikan sebuah pion catur untuk memulai langkah masa depan. Jika diandaikan, kita adalah pion prajurit, yang maju sekotak demi sekotak. Seiring berjalannya waktu, kita bukanlah lagi seorang prajurit, sedikit demi sedikit, semakin jauh kita melaju, mungkin saja kita sudah menjadi "menteri" atau bahkan "raja/ratu".
"ya kayak yg lo bilang tadi, ini cuma pion kecil..." lanjutnya. "nggak ada artinya. diremehin. nggak diterima keberadaannya sama mereka yg lebih besar dari dia. baru sadar ternyata hidup gw juga gitu Ri. nggak banyak yg mau nerima gw. gw selalu merasa kecil di depan orang lain, termasuk elo."gw diam, mencoba mencari pembenaran dari kalimatnya."emang sih...kadang sesuatu itu tampak indah kalo kita nggak tau apa di balik itu semua. tapi bukan berarti lo bisa nge judge bahwa orang akan nggak nerima lo misalnya dia tau rahasia lo. buat gw, apapun dan gimanapun masa lalu seseorang kemarin, yg gw liat adalah hari ini. karna semua akan selalu sulit kalo kita cuma nilai dari masa lalu."giliran meva yg diam. matanya tetap sayu menatap pion yg tadi."gini deh Meva sayaang......" gw ambil pion yg sejak tadi dipandanginya. "pion ini, memang nggak ada artinya saat ini." gw letakkan di salahsatu petak. "tapi kalo pion ini bisa ngelewati semua ujian untuk bisa sampai di petak terakhir..." gw letakkan dia di petak paling sudut di daerah pertahanan gw. "pion nggak berharga ini bisa bermetamorfosa jadi benteng, kuda atau bahkan jadi menteri."dan gw mengganti pion itu dengan menteri. meva masih diam."sama kayak hidup kita," lanjut gw lagi. "kalo kita bisa bertahan dan ngelewatin semua ujian dalam hidup, suatu saat nanti kita bisa jadi yg lebih hebat dari mereka yg selalu merendahkan kita. kita bisa jadi sesuatu yg berarti buat mereka juga, Va. lo harus tau itu...."
2. Cerita Tentang Lukisan."Mungkin nggak sih doa di malam ulang tahun tuh dikabulkan sama Tuhan?" Lisa mengaduk lemon tea nya."Hmm jelas mungkin lah. Kapanpun mau doa, Tuhan pasti denger kok," gw sok diplomatis."Apa cuma sebatas 'didenger' aja?" Lisa nampaknya memberi penekanan bahwa dia ingin gw tau dia punya satu doa yg seharusnya gw juga tau."Enggak juga. Pasti dikabulkan kok.""Tapi kok ada beberapa doa gw yg dikabulkan Tuhan? Dari dulu lho, sampe sekarang."Gw tertawa pelan. Gw juga sebenernya nggak terlalu paham sama masalah beginian. Harusnya Lisa curhat aja sama ustad. Hehehe."Gini deh, gw mau sedikit cerita, boleh?" kata gw dijawab anggukan kepala Lisa. "Mmmh..jadi gini. Suatu hari ada seorang pelukis dan asistennya yg lagi mengerjakan sebuah lukisan di atap gedung. Objek mereka saat itu adalah pemandangan kota dari ketinggian..."Lisa memperhatikan secara saksama."...selesai lukisannya jadi, si pelukis sangat terkagum-kagum dengan hasil yg dia buat. Dia mulai nyoba ngeliat lukisannya dari arah-arah yg berbeda. Hasilnya tetep sama. Lukisan ini sangat indah di matanya, sementara sang asisten cuma senyum sendiri liat si pelukis yg mulai berjalan mundur, mencari sudut pandang yg lain..."".......""...tanpa sadar, si pelukis berjalan ke ujung gedung. Asistennya kebingungan buat memperingatkan si pelukis. Kalau saat itu dia berteriak, si pelukis pasti terkejut dan malah kehilangan keseimbangan. Jadi si asisten segera ngambil pisau dan mulai ngerobek lukisan indah itu. Si pelukis yg heran kemudian berhenti jalan dan menghampiri asistennya. Dia marah besar. Tapi setelah diceritakan kejadian yg sebenernya, si pelukis menangis terharu dan berterimakasih ke asistennya.."Lisa menatap gw kalem dari balik kacamatanya."Jadi gini loh. Kadang, kita ngerasa kita sudah melukis kehidupan kita dengan begitu indah. Tapi tiba-tiba aja Tuhan 'merusak' lukisan kita. Kita kecewa, tapi kita pasti akan mulai melukis lagi lukisan lainnya yg hasilnya pasti akan lebih baik dari lukisan sebelumnya," gw sedikit ngawur. "Percaya deh, Tuhan 'merusak' lukisan kita karena Tuhan tau ada 'lukisan' lain yg lebih indah yg bisa kita buat..."Lisa terdiam. Gw juga diam. Sama-sama menatap kosong ke cangkir di depan kami. Lisa tampak mencerna cerita gw tadi. Dia mengangguk pelan."Oke. Jadi intinya jangan pernah berhenti berdoa sampe kita berhasil membuat guratan indah lukisan kita.." katanya pelan lalu tersenyum.
3. Alasan Mencintai Seseorang"Lo pasti punya alasan donk kenapa lo bisa segitu cintanya sama Meva?"Gw menggeleng pelan."Kalo lo beneran cinta, gw yakin lo punya alasan untuk itu."Gw tarik nafas panjang lagi. Jujur gw sulit sekali buat ngejawab pertanyaan Indra."Menurut gw semua hal itu butuh alasan. Lo makan karena lo laper, lo minum karena haus, lo tidur karena ngantuk." Lanjut Indra lagi. "Nah sekarang lo sayang sama Meva...lo cinta sama dia...itu juga punya alasannya dong?"Ah, gw nggak berhasil menemukan kalimat yg tepat."Gw suka senyumnya yg manis," kata gw sedikit ragu. "Gw suka jarinya yg lentik. Gw suka caranya bicara ke gw. Gw suka teriakannya yg kadang bikin budek kuping gw. Gw suka setiap gerak tubuhnya. Gw suka bentuk matanya yg agak sipit. Gw suka perhatiannya. Gw suka hidungnya yg mancung dan rambut panjangnya. Gw suka perhatian yg dia kasih. Gw suka karena dia selalu ada nemenin gw. Gw suka semuanya deh.....""......""Ya ya ya...gw suka Meva karena itu.""......." Sejenak kami berdua diam."Tapi itu semua bukan alasan gw mencintainya Ndra," kata gw. "Kalo gw bilang gw cinta Meva karena kecantikannya, maka saat dia tua nanti dan mulai kehilangan kecantikannya, gw nggak akan punya alasan lagi untuk mencintainya."Sejenak gw menarik nafas."Kalo gw katakan gw cinta karena perhatiannya, saat nanti dia nggak perhatian lagi, gw pun nggak punya alasan untuk mempertahankan cinta gw. Kalo gw cinta karena dia selalu ada di samping gw, saat dia mati nanti...tentu nggak akan ada alasan lagi buat gw tetap mencintainya...""......""Gw cinta Meva, karena gw tulus..."Ya, itulah sebaris kutipan. Simple, tetapi jawabannya seakan membuat saya tersadar. Yang membuat kita tidak akan pernah lupa akan suatu kenangan adalah karena kenangan itu hanya sekali terjadi, dan membuat kita selalu teringat akan kenangan itu. Karena kenangan indah itu spesial, hanya sekali satu kali, takkan terulang kembali dan akan terkenang seterusnya :)